Indonesia Merdeka

Hari Kemerdekaan

Dirgahayu Republik Indonesia

17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026

Semangat Kemerdekaan Indonesia

Gulir ke bawah

Countdown Menuju Hari Kemerdekaan

00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik

Indonesia merdeka sudah 80 tahun!

Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

1908

Kebangkitan Nasional

Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menandai awal kebangkitan nasional Indonesia. Organisasi ini menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan melalui jalan pendidikan dan kebudayaan.

1928

Sumpah Pemuda

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

1945

Proklamasi Kemerdekaan

Pada 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

1945

Pembukaan UUD 1945

Undang-Undang Dasar 1945 diundangkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka yang berisi Pancasila dan aturan negara.

1949

Pengakuan Kedaulatan

Konferensi Meja Bundar (KMB) menghasilkan pengakuan kedaulatan penuh atas seluruh wilayah Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949.

Makna Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang tanggung jawab, persatuan, dan semangat membangun bangsa.

Kebebasan

Hak untuk menentukan nasib sendiri, berpendapat, dan beribadah tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Persatuan

Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu. Persatuan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

Keadilan

Setiap warga negara memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi, sesuai prinsip Pancasila.

Kesejahteraan

Kemerdekaan membawa kesejahteraan rakyat melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Ketuhanan

Kemerdekaan menjamin kebebasan beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

Kemajuan

Semangat terus berinovasi dan berkembang demi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

"Aku berkewajiban menyatakan apa yang saya pikirkan dengan bebas, dan tidak seorang pun akan memaksa saya untuk menyatakan apa yang tidak saya pikirkan."

— Ir. Soekarno